Langsung ke konten utama

Featured Post

11 hari backpacker keliling sumatera barat

Camping depan air terjun Camp di Air Terjun Lembah Harau, Payakumbuh. Halo kawan kawan online. Btw lama banget ya aku gak update di blog ini. Ya habis gimana !?, blognya masih sepi, belum banyak yang berkunjung, jadi berat banget bangun mood nya buat nulis, untuk rajin nulis ngisi blog ini dengan cerita cerita perjalanan aku. Padahal tuh ya, sumber ceritanya berdasarkan pengalaman pribadi kan, jadi gak terlalu pusing untuk merangkai cerita. Paling hanya mengulas balik hal hal yang sudah di lalui. Tapi tetap saja, motivasi buat nulisnya belum ada, jadi ya begini. Setelah sekian lama, barulah akhirnya sekarang kembali membuka laptop, bermain dengan keyboard, dan akhirnya mulai menuliskan cerita perjalanan yang sudah sangat lama. Yups, cerita kali ini aku buka dengan sedikit nuansa Minang ya, karena katanya gadis minang itu cantik-cantik wkwk, kalau kata lawan aku, eh kawan aku hehe, maklum typo. Jadi gadis minang cantik-cantik tuh artinya padusi minang ko rancak-rancak , iya gak ...

Hari Terakhir di Mentawai

Foto : Dokumentasi Pribadi

Jadi setelah drama makan ulat sagu kemarin, hari itu aku dengan berat hati harus berkemas, ya karena itu hari terakhir aku, sebab besoknya sudah jadwal kapal, jadi hari itu aku harus turun ke Muara, kalau telat, ya terpaksa aku harus nunggu minggu depan kalau gak mau naik kapal cepat yang bakal nguras dompet aku.

Nah, kebetulan banget aku sempatkan main ke Puskesmas, karena kebetulan hari itu dokter Santi sudah ada disana, ya sekedar bilang terima kasih sih. Dan eh, sampai disana malah disambut oleh teman-teman beliau dan kebetulan mereka lagi masak-masak, ikutan juga dong hehe. akhirnya makan enak dalam hatiku, ada nasi, gulai daun singkong, sambal teri, dan apa lagi ya lupa aku hehe, enak ppokoknya, terus makannya rame-rame pakai daun pisang.

Habis itu, kita cerita-cerita dan ternyata ada dari mereka yang bakal ke Muara juga, dan naik pompong dan aku ditawari bareng mereka aja, wah hoki banget aku hari itu hehe, kan lumayan dari pada jalan kaki, jauhhh…. Hehehe.


 

Ya karena aku tiba di Muara lebih cepat, aku sempatkan main air dong, kebetulan saat jalan menuju pelabuhannya, aku ngeliat ada anak lokal yang lagi main air di tepi laut, ya aku samperin aja, aku ajak main bareng, terus dia nawari buat pakai alat snorkeling (sorry gak tau ejaannya). Dan kita juga ngumpulin Landak Laut, ya buat coba-coba aja sih akunya soalnya belum pernah makan juga hehe. ternyata isinya kecil, wkwk, cangkangnya aja yang gede hehe. rasanya juga asin banget.

N’ then, aku diajak kermuah anak itu, karena kapal malam baru sampai di pelabuhan katanya. Aku ikut aja sih, dan makan lagi juga wkwk, nah kalau di Muara ini warganya sudah modern, jadi mereka sudah konsumsi nasi serta sayur dan lauk pada umumnya.

Yah…. Karena kapal saya sudah akan tiba, akhirnya saya berpamitan ke keluarga bocah tadi, sekaligus pamit pada tanah Sikerei, yang entah kapan aku bisa balik lagi hehee.




 


***

Halaman Sebelumnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan-Jalan Sambil Mengajar - 1000 Guru Riau - Siak

  Peduli Pendidikan Pedalaman I SD N 24 Tanjung Pal I 1000 Guru foto bersama relawan 1000 Guru, Kepala Dusun, Guru dan Siswa SDN 24 Tanjung Pal Jadi kali ini aku bakal berbagi cerita tentang perjalanan aku dan kawan-kawan dari komunitas 1000 Guru Riau,  dalam Kegiatan travelling and teaching,  selama 3 hari dipedalaman kabupaten Siak, Riau, dan yang pastinya buat teman-teman yang peduli pendidikan di negeri ini harusnya ikut merasakan hal yang sama. Mungkin kawan-kawan sudah menyelesaikan masa pendidikan SD nya, entah itu di kampung atau di kota, dan mungkin semuanya sudah lengkap, dari itu kondisi sekolahnya, transportasi ke sekolahnya, atau mungkin ilmu yang kita dapat, dan bahkan support dari orang tua kita juga, mungkin semua terasa biasa-biasa aja, padahal dimata mereka itu hal yang sangat mereka harapkan. Lalu bagaimana perasaan kawan-kawan, kalau ternyata masih ada adik kita tingkat SD yang tidak merasakan itu, atau mungkin berseberangan 180ยบ dengan yang kawan dapa...

Penjaringan

Foto : Made by Canva               “Allo, Ray kamu dimana?”             “Masih dirumah nih, napa?”             “Jadi ke Jakarta hari ini?”             “Rencana di jadiin sih, ini lagi packing”             “Eh, tunggu dong, aku mau kerumah nih”             “Yaelah, yaudah cepetan ya”             “Wokay…”   ***   Sebenernya sudah lama aku bikin plan ke Jakarta ini. Kembali mengunjungi kota metropolitan yang amat padat itu. Macetnya, panasnya, gerahnya, duh ampun deh. Ya tapi mungkin ini yang dinamakan pengorbanan untuk sebuah hubungan. Sudah lebih 1 tahun aku LDR tanpa b...

Nomaden Story I Motivasi apa yang bikin aku memilih hidup nomaden?

  penampakan ketika On Stage di Kota Duri / Mei 2022 Tulisan ini adalah catatan perjalanku menyambangi koa-kota yang belum pernah aku singgahi sebelumnya bersama “Poeti” motor tua bekasku dan kopi.   Kota Duri-Riau Pagi ini aku juga ragu sebenarnya, apakah aku akan tetap ada-in Coffee Morning atau nggak, sebab jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, sementara aku belum mengistirahatkan badanku. Tapi jika tidak aku tunaikan agenda itu, mungkin akan mengecewakan batinku, sebab aku sudah mengunggah kabar di instastory- ku. Tapi ya aku coba saja menahan ngantuk, tapi ternyata tidak kuat, hingga mau tidak mau, matakupun terlelap. Namun, baiknya semesta membuat aku tidak mengecewakan batinku, sebab ketika adzan subuh, aku terjaga, dan mulai membuka mata dipukul 05:45 WIB, aku tahu sebab aku cek lewat layar hpku. Ya, setelah berusaha mengumpulkan effort yang banyak, aku mulai bergegas, mandi, dan menyalakan motor tua ku, sejenak memanaskan mesin, dan mulai menginjak transmisi ...