Langsung ke konten utama

Featured Post

11 hari backpacker keliling sumatera barat

Camping depan air terjun Camp di Air Terjun Lembah Harau, Payakumbuh. Halo kawan kawan online. Btw lama banget ya aku gak update di blog ini. Ya habis gimana !?, blognya masih sepi, belum banyak yang berkunjung, jadi berat banget bangun mood nya buat nulis, untuk rajin nulis ngisi blog ini dengan cerita cerita perjalanan aku. Padahal tuh ya, sumber ceritanya berdasarkan pengalaman pribadi kan, jadi gak terlalu pusing untuk merangkai cerita. Paling hanya mengulas balik hal hal yang sudah di lalui. Tapi tetap saja, motivasi buat nulisnya belum ada, jadi ya begini. Setelah sekian lama, barulah akhirnya sekarang kembali membuka laptop, bermain dengan keyboard, dan akhirnya mulai menuliskan cerita perjalanan yang sudah sangat lama. Yups, cerita kali ini aku buka dengan sedikit nuansa Minang ya, karena katanya gadis minang itu cantik-cantik wkwk, kalau kata lawan aku, eh kawan aku hehe, maklum typo. Jadi gadis minang cantik-cantik tuh artinya padusi minang ko rancak-rancak , iya gak ...

Tips Jalan-Jalan Murah dari Sumatera ke Pulau Jawa

 

membongkar tips dan cara hemat jalan-jalan dari Pekanbaru ke Pulau Jawa. Bandung, Bogor, Garut, Jogja, atau Malang
Joglo , rumah wisata di Jogja


Hai kawan-kawan perjalanan. Gimana kabarnya hari ini. Semoga sehat selalu ya.

Kadang bagi beberapa orang, berpikir kalau liburan ke pulau Jawa itu akan menguras tabungan cukup banyak. Apalagi bagi para orang-orang yang suka perjalanan jauh untuk menikmati perbedaan dikota tersebut. Dan tentunya pulau Jawa jadi list wajib yang harus ada dalam list destinasi bagi para pelaku perjalanan. baik itu traveller, backpacker, atau hanya ingin liburan murah ya.

So, kali ini aku ingin berbagi sedikit cerita pengalaman aku dalam melakukan perjalana yang aku rasa super-super hemat. Ya, hemat menurut aku sih J. Semoga hemat juga menurut kalian, setelah kalian baca ya tulisan berikut ini.

Berhubung perjalanan ini dimulai dari pulau Sumatera, tepatnya kota Pekanbaru, Riau. Maka akan aku beri nama perjalanan ini “TIPS TRAVELLING HEMAT DARI PEKANBARU – JAWA”. Karena aku gak akan cerita terlalu banyak tentang destinasiku saat aku ada di pulau JAwa. Jadi kali ini aku hanya menceritakan perjalanan hematnya saja.

 

“MUDA BERKELANA, TUA BERCERITA”

 

Mari kita mulai. Nah, perjalanan ini aku lakukan diantara bulan-bulan ditahun 2021. Kalau gak salah ingat seusai lebaran. Perjalanan dilakukan via jalur darat. Setelah sebelumnya mempertimbangkan harga tiket pesawat Pekanbaru – Jakarta yang lumayan menguras dompet. Kalau aku tidak salah ingat saat itu harga tiketnya sekitar 900 ribuan. Lumayan banget kan? bisa buat kulineran atau makan-makanan enak selama travelling.

Jadi, aku lebih memilih melakukan perjalanan via darat menggunakan bus. Awal perjalanan dari Pekanbaru, aku mulai dengan metode hitchhiking. Atau lebih simple disebut dengan ngeteng/nebeng mobil atau truk. Ya, walaupun sempat beberapa kali aku gonta-ganti mobil tumpangan. Karena tumpangan yang aku dapat rutenya gak begitu jauh-jauh. Tapi sangat lumayan untuk membantu aku move dari satu tempat-ketempat lain. Dan saat itu aku menempatkan tujuan pertamaku kota Jambi.

Akhirnya, setelah sehari semalam diperjalanan dengan menumpang-numpang truk/mobil/kadang juga motor. Aku sampai di kota Jambi pagi berikutnya. Saat itu aku belum begitu mencari tahu tentang spot-spot yang ada di kota Jambi. Jadi aku hanya mengunjungi ikon yang ada di kota itu. Seperti Masjid Agung Al-Falah atau yang dikenalnya dengan sebutan Masjid 1000  Tiang. Lalu, aku juga berjalan-jalan diatas Jembatan Gentala Arasy, yang membentang melintasi Sungai Batanghari.

Setelah seharian aku jelan-jalan di pusat Kota Jambi. Selanjutnya aku berjalan menghampiri loket bus. Loket bus yang aku pilih adalah loket bus IMI. Dari loket itu aku memesan tiket untuk menuju Palembang. Harga tiket bus IMI dari Jambi ke Palembang dikenakan tarif 100.000 saat itu. Dan keberangkatannya sekitar jam 7 malam atau setelah maghrib. Karena saat itu masih sore, sekitar pukul 5 sore. Aku memutuskan untuk menunggu di coffeeshop. Lalu aku cari coffeeshop terdekat. Agar aku bisa santai sambil memanfaatkan wifi yang ada disana.

Akhirnya, berangkat juga bus yang aku tumpangi. Lebih kurang jam 8 malam bus mulai berjalan. Perjalanan malam dibus membuat aku tak bisa melihat apa-apa dari luar jendela. Padahal aku yakin sepanjang jalan langit sedang cerah juga view yang aku yakin indah jika dilihat pagi atau sore hari. Alhasil selama perjalanan hanya aku habiskan dengan mendengarkan musik dan tidur. Bangun-tidur-bangun-tidur. Karena suara berisik kendaraan juga terbangun saat bus menabrak lubang.

Sampailah aku jam 5 subuh , lebih kurang. Di loket bus IMI yang ada di Palembang.

Oh ya. FYI, saat aku beli tiket bus di Jambi. Aku sempat menanyakan harga tiket bus IMI menuju Pekanbaru. Dan akhirnya aku dapat info, kalau harga tiket bus IMI dari Pekanbaru – Jambi atau sebaliknya 160.000. bisa jadi acuan juga kan buat kawan-kawan kalau mau mencoba melakukan perjalanan seperti ini.

Nah, saat subuh di terminal bus IMI di Palembang. Aku langsung cari angkot menuju stasiun Kertapati. Saat itu aku tidak sempat berkeliling Kota Palembang , karena aku akan ke Lampung dengan kereta api yang berangkat di jam awal. Sekitar jam 7 pagi dan menuju stasiun TAnjung Karang di Bandar Lampung. Harga tiketnya sangat-sangat murah, hanya 32.000 durasi perjalanannya sekitar 10 jam. Sesampainya di Bandar Lampung pun aku juga gak terlalu banyak mengeksplore. Karena tiba di Bandar Lampung sudah sore, dan aku harus bergegas menyeberang ke pulau Jawa.

Jadi dari stasiun Tanjung Karang, aku menggunakan ojek online untuk menuju terminal bus yang berangkat menuju ke pelabuhan Bakauheni. Bus yang bisa ditumpangi bus apa saja, yang pentung sampai ke pelabuhan Bakauheni, dan ongkosnya hanya 30.000.

Lalu dipelabuhan Bakauheni aku masih harus nyeberang menggunakan kapal untuk sampai di pulau Jawa. Pembelian tiketnya melalui aplikasi khusus, yaitu ferizy. Harus menggunakan aplikasi itu. Karena sudah tidak adalagi pelayanan pembelian tiket diloket. Semua menggunakan aplikasi dan nantinya dicetak dipelabuhan dengan mesin cetak tiket.

Saat itu biaya penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak sekitar 15.000 an. Dan sekarang kalau gak salah sudah naik jadi 18.000 an, karena dampak BBM naik harga.

Perjalanan kapal lebih kurang 3 jam. Dan aku sengaja memilih jam kapak yang berangkat pukul 5 subuh. Agar aku bisa menikmati matahari lagi dilaut. Cakep banget pastinya mataharinya. Sunrise ala-ala gitu.

Nah, kalau sudah sampai di Pelabuhan Merak. Kawan-kawan bisa langsung menuju Stasiun Merak yang berada te[pat di depan Pelabuhan. Jadi kalau kawan-kawan punya rencana jalan-jalan di Jawa sudah sangat gampang. Karena hampir seluruh kota di Pulau Jawa terhubung dengan lintasa rel kereta. Jadi kawan – kawan punya alternative untuk jalan-jalan hemat via kereta api selama di Pulau Jawa.

Misalnya dari Pelabuhan Merak ke Jakarta tarifnya lebih kurang 12.000. dari Jakarta ke Bandung harga tiket kereta apinya 45.000. atau dari Jakarta ke Jogja hanya 72.000. dan kawan-kawan bisa cek harga tiketnya di aplikasi KAI. Jadi kawan-kawan bisa pilih harga tiket yang ping murah.

 

“JALAN-JALAN, CARA SEDERHANA MENGHIBUR DIRI”

 

Nah, itu lah sedikit cerita perjalanan saya untuk jalan-jalan hemat dari Pekanbaru ke Pulau Jawa. Gak ada tips sih disini, tapi semoga bermanfaat ya.

Sekarang mari kita coba kalkulasikan biaya uang yang saya keluarkan untuk ongkos sekali perjalanan dari Pekanbaru sampai ke Jogja. Karena saat itu tujuan saya adalah ingin main-main ke Jogja.

-          Tiket bus Pekanbaru – Jambi                          : Rp. 0,- (160.000)

-          Tiket bus Jambi – Palembang                         : Rp. 100.000

-          Ongkos angkot ke Stasiun Kertapati               : Rp. 10.000

-          Tiket kereta Kertapati – Tanjung Karang       : Rp. 32.000

-          Ongkos bus ke Pelabuhan Bakauheni             : Rp. 30.000

-          Tiket Kapal                                                      : Rp. 15.000

-          Tiket KA Merak – Pasar Senen                       : Rp. 12.000

-          Tiket KA Pasar Senen – Jogja                          : Rp. 72.000

 

-          Total                                                                : Rp. 271.000

 

Wah, murah banget kan. Jadi kesimpulannya, saat itu aku hanya bawa uang 1 juta, sudah bisa liburan seru, hemat dan makan enak di Jogja. Apalagi di Jogja makanannya memamng murah murahkan. Dan masih ada sisanya malah. Untu dijajanin oleh-oleh.

Segitu dulu ya cerita kali ini. Semoga ada manfaatnya buat kawan-kawan. Next kita cerita apa lagi nih?

Komentar

  1. lah saya malah kebalikannya, kepikiran kalo traveling ke sumatera nguras banyak tabungan hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... kita kan emang gitu,berpikir kalau daerah lain banyak lebih mya daripada daerah kita.... wkwkw.. lebih mahal, lebih murah, lebih oke, lebih keren heheh

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan-Jalan Sambil Mengajar - 1000 Guru Riau - Siak

  Peduli Pendidikan Pedalaman I SD N 24 Tanjung Pal I 1000 Guru foto bersama relawan 1000 Guru, Kepala Dusun, Guru dan Siswa SDN 24 Tanjung Pal Jadi kali ini aku bakal berbagi cerita tentang perjalanan aku dan kawan-kawan dari komunitas 1000 Guru Riau,  dalam Kegiatan travelling and teaching,  selama 3 hari dipedalaman kabupaten Siak, Riau, dan yang pastinya buat teman-teman yang peduli pendidikan di negeri ini harusnya ikut merasakan hal yang sama. Mungkin kawan-kawan sudah menyelesaikan masa pendidikan SD nya, entah itu di kampung atau di kota, dan mungkin semuanya sudah lengkap, dari itu kondisi sekolahnya, transportasi ke sekolahnya, atau mungkin ilmu yang kita dapat, dan bahkan support dari orang tua kita juga, mungkin semua terasa biasa-biasa aja, padahal dimata mereka itu hal yang sangat mereka harapkan. Lalu bagaimana perasaan kawan-kawan, kalau ternyata masih ada adik kita tingkat SD yang tidak merasakan itu, atau mungkin berseberangan 180ยบ dengan yang kawan dapa...

Penjaringan

Foto : Made by Canva               “Allo, Ray kamu dimana?”             “Masih dirumah nih, napa?”             “Jadi ke Jakarta hari ini?”             “Rencana di jadiin sih, ini lagi packing”             “Eh, tunggu dong, aku mau kerumah nih”             “Yaelah, yaudah cepetan ya”             “Wokay…”   ***   Sebenernya sudah lama aku bikin plan ke Jakarta ini. Kembali mengunjungi kota metropolitan yang amat padat itu. Macetnya, panasnya, gerahnya, duh ampun deh. Ya tapi mungkin ini yang dinamakan pengorbanan untuk sebuah hubungan. Sudah lebih 1 tahun aku LDR tanpa b...

Nomaden Story I Motivasi apa yang bikin aku memilih hidup nomaden?

  penampakan ketika On Stage di Kota Duri / Mei 2022 Tulisan ini adalah catatan perjalanku menyambangi koa-kota yang belum pernah aku singgahi sebelumnya bersama “Poeti” motor tua bekasku dan kopi.   Kota Duri-Riau Pagi ini aku juga ragu sebenarnya, apakah aku akan tetap ada-in Coffee Morning atau nggak, sebab jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, sementara aku belum mengistirahatkan badanku. Tapi jika tidak aku tunaikan agenda itu, mungkin akan mengecewakan batinku, sebab aku sudah mengunggah kabar di instastory- ku. Tapi ya aku coba saja menahan ngantuk, tapi ternyata tidak kuat, hingga mau tidak mau, matakupun terlelap. Namun, baiknya semesta membuat aku tidak mengecewakan batinku, sebab ketika adzan subuh, aku terjaga, dan mulai membuka mata dipukul 05:45 WIB, aku tahu sebab aku cek lewat layar hpku. Ya, setelah berusaha mengumpulkan effort yang banyak, aku mulai bergegas, mandi, dan menyalakan motor tua ku, sejenak memanaskan mesin, dan mulai menginjak transmisi ...