Langsung ke konten utama

Featured Post

11 hari backpacker keliling sumatera barat

Camping depan air terjun Camp di Air Terjun Lembah Harau, Payakumbuh. Halo kawan kawan online. Btw lama banget ya aku gak update di blog ini. Ya habis gimana !?, blognya masih sepi, belum banyak yang berkunjung, jadi berat banget bangun mood nya buat nulis, untuk rajin nulis ngisi blog ini dengan cerita cerita perjalanan aku. Padahal tuh ya, sumber ceritanya berdasarkan pengalaman pribadi kan, jadi gak terlalu pusing untuk merangkai cerita. Paling hanya mengulas balik hal hal yang sudah di lalui. Tapi tetap saja, motivasi buat nulisnya belum ada, jadi ya begini. Setelah sekian lama, barulah akhirnya sekarang kembali membuka laptop, bermain dengan keyboard, dan akhirnya mulai menuliskan cerita perjalanan yang sudah sangat lama. Yups, cerita kali ini aku buka dengan sedikit nuansa Minang ya, karena katanya gadis minang itu cantik-cantik wkwk, kalau kata lawan aku, eh kawan aku hehe, maklum typo. Jadi gadis minang cantik-cantik tuh artinya padusi minang ko rancak-rancak , iya gak ...

what is Couchsurfing ?

 

Couchsurfing merupakan aplikasi travelling bagi para pelancong. selain bisa mendapatkan teman baru, bisa juga dapat penginapan gratis
Foto : shegowandering.com

                    Hai kawan-kawan perjalanan. Apa kabar? Semoga kabar baik ya.

            Kemarin saya sempat nulis dan menyarankan kepada kawan-kawan untuk menggunakan aplikasi Couchsurfing jika ingin mencari dan mengambil kesempatan untuk menginap gratis dalam perjalanan kawan-kawan. Baik itu di lokal atau keluar negeri. (Baca Disini)

            Karena aplikasi Couchsurfing memang merupakan aplikasi untuk para traveller diseluruh dunia.

            Tapi kali ini saya ingin membahas sedikit tentang asal usul aplikasi ini. Karena banyak kawan-kawan yang bertanya di DM Instagram saya tentang aplikasi ini.

***

            Sejarah

          Setelah membaca dari Wikipedia. Aplikasi Couchsurfing ini awalnya diusulkan oleh Casey Feton pada tahun 1999 (wah, masih baru banget ya). Ide itu muncul karena Feton akan melakukan perjalanan dari Boston ke Islandia. Lalu Feton mengirimkan surat elektronik ke 1.500 murid University of Iceland secara acak, dan menanyakan apakah boleh ia tinggal bersama mereka.

            Akhirnya Feton menerima tawaran lebih dari 50 orang untuk menginap. Dan sepulang dari Boston, ia mulai berpikir untuk mengembangkan ide ini.

 

            Ide

          Menurut saya ide dalam terciptanya aplikasi ini sangat jenius. Meskipun saat ini aplikasi ini bisa saja diganti dengan alternative lain. Seperti facebook, Instagram, atau sosial media lainnya. Namun jika menemukan sesama pengguna Couchsurfing rasanya akan lebih excited. Karena sesame pengguna pasti punya prinsip dan cara pandang yang sama. Yaitu sama-sama butuh bantuan untuk menginap di suatu kota.

            Meskipun akan ada resiko nya juga. Karena kita tidak mengenal satu sama lain, tindakan buruk bisa saja terjadi. So, saya sarankan buat teman-teman yang akan atau sudah menggunakan aplikasi ini tetap waspada. Dan tetap selalu ramah kepada sesama traveller.

 

            Itu sebabnya di postingan saya sebelumnya. (baca disini). Saya menyarankan kawan-kawan untuk menggunakan aplikasi ini jika akan berpergian ke suatu kota. Sebab kita bisa dapat teman baru, dapet tempat menginap gratis, bisa jadi diajak makan bareng, sehingga menghemat pengeluaran kita saat melakukan perjalanan.

***

 

            Nah, itu tadi sekilas info tentang aplikasi nebeng untung kawan-kawan melakukan perjalanan. Semoga bermanfaat ya. dan tetap hati-hati dalam perjalanan

 

Komentar

  1. Wih, bermanfaat banget informasinya bang, mKasih banyak bang. Lumayan buat hemat pas jalan jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya bang. Sama sama, makasih banyak juga sudah mampir dan baca di blog saya. Semoga bermanfaat

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan-Jalan Sambil Mengajar - 1000 Guru Riau - Siak

  Peduli Pendidikan Pedalaman I SD N 24 Tanjung Pal I 1000 Guru foto bersama relawan 1000 Guru, Kepala Dusun, Guru dan Siswa SDN 24 Tanjung Pal Jadi kali ini aku bakal berbagi cerita tentang perjalanan aku dan kawan-kawan dari komunitas 1000 Guru Riau,  dalam Kegiatan travelling and teaching,  selama 3 hari dipedalaman kabupaten Siak, Riau, dan yang pastinya buat teman-teman yang peduli pendidikan di negeri ini harusnya ikut merasakan hal yang sama. Mungkin kawan-kawan sudah menyelesaikan masa pendidikan SD nya, entah itu di kampung atau di kota, dan mungkin semuanya sudah lengkap, dari itu kondisi sekolahnya, transportasi ke sekolahnya, atau mungkin ilmu yang kita dapat, dan bahkan support dari orang tua kita juga, mungkin semua terasa biasa-biasa aja, padahal dimata mereka itu hal yang sangat mereka harapkan. Lalu bagaimana perasaan kawan-kawan, kalau ternyata masih ada adik kita tingkat SD yang tidak merasakan itu, atau mungkin berseberangan 180ยบ dengan yang kawan dapa...

Penjaringan

Foto : Made by Canva               “Allo, Ray kamu dimana?”             “Masih dirumah nih, napa?”             “Jadi ke Jakarta hari ini?”             “Rencana di jadiin sih, ini lagi packing”             “Eh, tunggu dong, aku mau kerumah nih”             “Yaelah, yaudah cepetan ya”             “Wokay…”   ***   Sebenernya sudah lama aku bikin plan ke Jakarta ini. Kembali mengunjungi kota metropolitan yang amat padat itu. Macetnya, panasnya, gerahnya, duh ampun deh. Ya tapi mungkin ini yang dinamakan pengorbanan untuk sebuah hubungan. Sudah lebih 1 tahun aku LDR tanpa b...

Nomaden Story I Motivasi apa yang bikin aku memilih hidup nomaden?

  penampakan ketika On Stage di Kota Duri / Mei 2022 Tulisan ini adalah catatan perjalanku menyambangi koa-kota yang belum pernah aku singgahi sebelumnya bersama “Poeti” motor tua bekasku dan kopi.   Kota Duri-Riau Pagi ini aku juga ragu sebenarnya, apakah aku akan tetap ada-in Coffee Morning atau nggak, sebab jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, sementara aku belum mengistirahatkan badanku. Tapi jika tidak aku tunaikan agenda itu, mungkin akan mengecewakan batinku, sebab aku sudah mengunggah kabar di instastory- ku. Tapi ya aku coba saja menahan ngantuk, tapi ternyata tidak kuat, hingga mau tidak mau, matakupun terlelap. Namun, baiknya semesta membuat aku tidak mengecewakan batinku, sebab ketika adzan subuh, aku terjaga, dan mulai membuka mata dipukul 05:45 WIB, aku tahu sebab aku cek lewat layar hpku. Ya, setelah berusaha mengumpulkan effort yang banyak, aku mulai bergegas, mandi, dan menyalakan motor tua ku, sejenak memanaskan mesin, dan mulai menginjak transmisi ...